• Sabtu, 11 April 2015

    BEM INI DALWA

    Halaqoh BEM Pesantren Se- Jawa Timur



                Kegiatan Halaqoh BEM Pesantren yang dilaksanakan pada hari selasa, 21 Februari 2015 di pesantren Tebuireng seperti menjadi pintu gerbang perjuangan para mahasiswa santri untuk bangkit dan memperlihatkan eksistensi pada dunia bahwa santri juga bisa menggebrak dan membuat pergerakan .

                Semangat yang didasari dengan niat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu – pendahulu yang berhasil mengusir Belanda dan penjajah pada zamannya, begitu juga dengan ghiroh untuk berkhidmah pada almamater ma’had maupun bangsa , sehingga itu semua menjiwai mahasiswa santri untuk berjuang dalam perjuangan kekinian untuk melawan aliran – aliran sesat yang menggerogoti islam dari dalam maupun untuk membuktikan bahwa para santri sekarang bukan lagi santri yang terkurung dalam lingkaran keapatisan tetapi saat ini mereka sudah siap keluar untuk membawa bendera islam dan mengembalikan kejayaan islam melalui ilmu, keterampilan yang disertai dengan akhlak dan adab yang menjadi ciri utama dari santri.
                Halaqoh BEM Mahasiswa juga seakan menjadi angina segar ditengah kerusakan moral dan akhlak di era ini, karena mahasiswa santri mempunyai bekal yang lain daripada mahasiswa biasa yaitu bekal ilmu dan akhlak, didasarkan pada yang pernah di utarakan oleh Imam Syafi’I Ra :
    من اراد الدنيا فعليه بالعلم, ومن اراد الأخيرة فعليه بالعلم , ومن اراد هما فعليه بالعلم .
    Artinya : barang siapa yang menginginkan kebahagian di dunia harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kebahagian akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kebahagian dunia akhirat harus dengan ilmu.
                Sehingga kejayaan yang dinanti pun hanya tinggal menungu waktu saja , pergerakan yang berdasarkan pada ilmu seperti menjadi bisyaroh dari rasullullah untuk para mahasiswa santri yang kaya pada ilmu, baik itu dari ilmu dunia maupun ilmu akhirat.
                Ditambah dengan tarbiyah akhlak yang diajarkan oleh pera murabbi santri di ma’had mana pun mereka tinggal.sehingga ini seakan menjadi nilai plus dan titik utama perbedaan antara kita dan mereka, karena memang seperti diungkapkan dalam sebuah maqalah sang bijak
    من لا ادب لا علم له
    “Barang siapa tidak berakhlak, maka seakan tak berilmu”
                Acara yang berlangsung selama 3 hari itu juga berlangsung dengan sangat meriah dan juga mencerminkan jiwa Mahasiswa Santri yang berkapabilitas dan berintelektual, mulai dari acara Seminar dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Pesantren untuk Masa Depan Bangsa” yang menghadirkan Narasumber-narasumber tingkat nasional seperti Dr.Ir.K.H.Sholahudin Wahid (Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng), Dr.K.H. Abdul Ghoffar (Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan) dan K.H.Reza Ahmad Zahid Lc. MA (Ketua Rabithatul Ma’ahidil Islamiyyah Jawa Timur) lalu juga pelantikan kepengurusan baru BEM Ma’had Aly Tebuireng yang dilanjutkan dengan Stadium General oleh Prof.Dr.K.H.Abdurrahman Nafis Lc. M.H.I dan dengan rangkain sidang pembahasan AD/ART sekaligus penandatanganan peresmian terbentuknya Organisasi Halaqah BEM Pesantren Jawa Timur.
                Semoga dengan adanya event dan Organisasi ini bisa sebagai pewujud cita-cita para pendahulu yang ingin agar Indonesia bisa menjadi Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur dan santri bisa menunjukkan jatidirinya sebagai agen perubahan  di Masyarakat.



    BEM INI DALWA

    About BEM INI DALWA

    Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

    Subscribe to this Blog via Email :