• Selasa, 10 Februari 2015

    BEM INI DALWA

    Ngaji Tasawuf

    Ngaji Tasawuf
    Bersama Rektor INI DALWA
    Malam jum’at, dimalam yang penuh barokah tersebut ada sesuatu yang baru yang membuat suasana malam yang sudah indah dengan iringan pembacaan yaasin, tahlil, dan sejarah Rasulullah SAW dalam kitab maulid “simtuddiror” menjadi lebih indah lagi dengan opening kegiatan “Ngaji bersama Rektor INI DALWA” yang langsung dipimpin oleh rektor Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun M.H.I.
    Inti dari apa yang beliau sampaikan malam itu adalah permasalahan adab/tata krama yang saat ini telah mengalami degradasi yang tajam dikalangan pemuda, yang karena adanya realita tersebut maka Indonesia seakan berada di bibir jurang kehancuran, karena itu bahagialah kita selaku Mahasiswa yang berjiwa santri yang mempunyai titik perbedaan diantara mahasiswa-mahasiswa biasa berupa pengarahan tentang adab dan tata krama serta adanya pengawasan dari murobbi (Guru Besar) yang senantiasa membimbing dan menunjukkan mana yang benar dan salah.
    Lalu beliau mengungkapkan tentang ma’na dari suluk yang artinya adalah tarbiyah yang berkaitan dengan perilaku dan hati, dan suluk inilah sarana yang paling banyak mengantarkan manusia ke derajat wali. Berangkat dari ini semuanya, sudah seyogyanya kita sebagai komunitas yang dicintai Allah SWT dan RasulNya berusaha dengan sekuat tenaga mempertahankan nikmat yang begitu besar tersebut karena saat ini kita tinggal di lingkungan yang pas untuk meraih cinta Allah SWT dan RasulNya dengan menggabungkan ilmu yang kita dapat di pondok yang membuat kita semakin takut kepada Allah SWT dan ilmu formal yang membuat kita jadi sosok yang dibutuhkan di masyarakat.
    Dan salah satu kunci yang paling besar untuk meraih itu semua adalah dengan selalu meminta taufiq dan hidayah kepada Allah SWT di setiap do’a yang kita panjatkan, agar kita senantiasa mendapat kemuliaan menjadi penyambung lidah Rasul yang akan menyebarkan dakwahNya.
    Ada juga kunci-kunci lain yang diberikan oleh salafuna saleh untuk mendapat kemuliaan dan kebahagiaan, yang diantaranya:
    1.      Melestarikan sifat tawadlu’
    Dengan sifat tawadlu’ maka kita dengan akan mudah menjauhi penyakit-penyakit hati seperti hasud, riya’, sombong dll. Diantara contoh tawadlu’ yang diajarkan oleh para auliya’ adalah apa yang ditunjukkan oleh Habib Zen bin Smith yang ketika beliau mendapat  “pujian-pujian yang kalian lontarkan itu tidak ada di aku seluruhnya, bahkan aku tak lebih dari anak kecil ini”, padahal seperti kita ketahui beliau adalah tokoh yang sudah tidak di ragukan lagi kapabilitasnya, tapi beliau tetap melestarikan sifat tawadlu’, lalu juga nasehat dari Muassis Ma’had Abuya Hasan bin Ahmad Baharun yang ditujukan kepada Ustad Segaf bin Hasan Baharun , yaitu kalimat “Jadilah dan merasalah sebagai orang yang hidup terburuk didunia, karena dengan itu kita akan bisa hidup nyaman”.
    Diakhir, beliau juga mendoakan agar kegiatan ini bisa istiqomah dan menjadi majlis dan perkumpulan yang ada dihati Rasulullah SAW.


                                                                            Bangil, 9 Februari 2015

    BEM INI DALWA

    About BEM INI DALWA

    Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

    Subscribe to this Blog via Email :

    1 komentar:

    Write komentar
    Unknown
    AUTHOR
    5 Maret 2015 pukul 08.51 delete

    Videonya di uploud po'o

    Reply
    avatar