• Minggu, 22 Maret 2015

    BEM INI DALWA

    Menyingkap Tabir Permasalahan Hadiah Pahala Untuk Mayit



    Seperti yang saat ini digembor – gemborkan didalam masyarakat tentang hokum memberikan hadiah pahala untuk mayyit , banyak muncul pertentangan tentang sampai atau tidaknya hadiah tersebut, mulai dari yang menganggap bahwa hadiah tersebut pasti sampai hingga yang berargumen bahwa hal tersebut sia – sia belaka
    dan yang lebih parahnya lagi bahwa ada kelompok yang mengganggap hal tersebut bid’ah dan sesat, yang bisa menyebabkan pelakunya dihukumi kafir, yang mana mereka berani menyatakan itu berdasarkan pada hadist
    كُل بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُل ضلالة  فى النار"
    Artinya : “Setiap perkara yang bid’ah itu sesat dan setiap yang sesat itu di neraka”
    Sangat disayangkan hal ini, karena mereka sebenarnya tidak mengetahui hakikat – hakikat bid’ah yang membuat seseorang bisa jatuh pada kesesatan.
                Mereka yang menyakini bahwa hadiah tersebut bisa sampai karena berdasarkan dari pada yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ibnu Abbas tentang cerita seorang perempuan yang datang kepada rasullullah untuk menanyakan suatu permasalahan tentang ibunya yang meninggal tetap masih punya tanggungan puasa nazar, lalu apakah saya bisa berpuasa untuk ibu saya ya Rasul ? kemudian rasul menjawab “bagaimana jika ibumu mempunyai hutang, apakah kamu akan membayarnya ? nah begitu juga dengan hutang puasa, maka puasalah engkau untuk ibumu karena sesungguhnya hak allah itu lebih berhak untuk dibayarkan” lalu juga di dalam hadistyang memuat tentang datangnya lelaki dari bani salamah yang bertanya tentang apakah masih ada kebaikan untuk orang tuaku yang telah meninggal, lalu rasul menjawab “ tentu saja ada ,dengan cara berdo’a beristighfar lah,tetapi janji-janjinya,sambung silaturrahmi dengan saudara-saudaranya, dan dengan memuliakan teman-teman keduanya .
    Apalagi ditambah dengan perkataan imam At-Thobari tentang sampainya ibadah kepada mayyit baik itu amalan wajib maupun sunnah sementar mereka yang berpendapat bahwa hadiah pahala itu tidak bisa sampai didasarkan atas ayat al-qur’an yang berbunyi

    وإن ليس للانسان إلا ما سعى"
    Artinya: “Dan sesungguhnya tidak bermanfaat untuk manusia kecuali apa yang mereka usahakan sendiri “
    Tapi sayangnya mereka hanya mengambil dalil ayat ini hanya secara literal saja , padahal banyak makna-makna yang terkandung didalamnya, bahkan tokoh yang mereka anggap sebagai imam mereka yaitu ibnu taimiyyah berkata bahwa “Barang siapa yang meyakini bahwa yang bisa memberi manfaat pada manusia itu hanya amal yang dilakukan sendiri oleh individu tersebut saja,maka sebenarnya dia telah merusak ijma’ ulama’.
                Padahal disisi lain para ulama’ ahli tafsir mengatakan bahwa ayat tersebut mempunyai banyak ta’wil yang shorih,sperti tertulis dalam kitab tafsir Al- Husaini dan Tafsir karangan dari abdul haq bahwa ayat  :
    وإن ليس للانسان إلا ما سعى"

    Telah di naskh dengan ayat :
    من شيء  إن الذين امنوا وعملو الصالحات واتبعتهم ذريتهوم ايمان الحقاهم من عملهم
    Karena itulah pendapat mereka tentang sia-sianya hadiah pahala untuk mayyit telah tertolak.
    Sebagai penutup, setelah jelas dan tersingkap semua permasalahan tentang pasti sampainya hadiah ibadah pahala untuk mayyit, maka sudah seyogyanya kita selalu melakukan amal – amal yang di anjurkan oleh ulama’ salaf seperti mengadakan tahlil, membacakan yasin , bershodaqoh, dan selalu mendo’akan keluarga kita yang telah meninggal dunia , khususnya untuk kedua orang tua kita apabila mereka telah mendahului kita, yang tujuan utamanya adalah agar amal mereka tetap mengalir walaupun raga telah terkubur didalam tanah.

    Penulis : M.Ilham Bayhaqi (Presiden BEM INI DALWA)

    BEM INI DALWA

    About BEM INI DALWA

    Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

    Subscribe to this Blog via Email :